Riset Ungkap Sayur dan Buah Mengandung Mikroplastik Tinggi, Apel hingga Wortel Paling Tercemar
Sejumlah penelitian terbaru menemukan bahwa buah dan sayuran yang sering dikonsumsi sehari-hari ternyata mengandung mikroplastik dalam jumlah signifikan.
Temuan mengejutkan datang dari dunia kesehatan: makanan yang selama ini dianggap paling sehat, seperti buah dan sayur, ternyata juga tidak luput dari kontaminasi mikroplastik. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah menunjukkan partikel plastik berukuran sangat kecil kini telah masuk ke rantai makanan manusia.
Mikroplastik sendiri merupakan partikel plastik berukuran sangat kecil—bahkan tak kasat mata—yang dapat masuk ke tubuh melalui makanan maupun udara. Studi yang dimuat dalam jurnal Environmental Research mengungkap hampir 90 persen sampel makanan yang diuji mengandung mikroplastik.
Tak hanya pada produk hewani, temuan serupa juga ditemukan pada buah dan sayur. Dalam penelitian lain, ilmuwan menemukan sekitar 52.000 hingga lebih dari 233.000 partikel mikroplastik dalam berbagai jenis buah dan sayuran.
Beberapa jenis bahkan tercatat memiliki tingkat kontaminasi sangat tinggi. Apel dan wortel disebut sebagai yang paling banyak mengandung mikroplastik, dengan jumlah bisa melebihi 100.000 partikel per gram.
Penelitian dari Universitas Catania, Italia, juga memperkuat temuan tersebut. Dalam studi itu, apel mengandung rata-rata sekitar 195.500 partikel mikroplastik per gram, sementara pir mencapai 189.500 partikel per gram. Untuk sayuran, brokoli dan wortel termasuk yang paling tinggi tingkat kontaminasinya.
Para peneliti menemukan bahwa mikroplastik dapat masuk ke dalam tanaman melalui akar. Partikel ini berasal dari tanah dan air yang telah tercemar limbah plastik. Bahkan, ukuran yang lebih kecil lagi—disebut nanoplastik—dapat diserap langsung oleh jaringan tanaman.
Artinya, konsumsi buah dan sayur tidak sepenuhnya bebas dari paparan plastik. “Saat kita menggigit apel, kemungkinan besar kita juga ikut mengonsumsi mikroplastik,” ujar peneliti dalam studi tersebut.
Fenomena ini menjadi bagian dari masalah lingkungan yang lebih luas. Mikroplastik kini ditemukan hampir di semua aspek kehidupan, mulai dari laut, udara, hingga makanan sehari-hari.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa manfaat konsumsi buah dan sayur tetap jauh lebih besar dibanding risikonya. Namun, masyarakat tetap disarankan untuk mengurangi paparan plastik dari sumber lain, seperti penggunaan kemasan sekali pakai, serta memastikan bahan makanan dicuci dengan baik sebelum dikonsumsi.
Temuan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan sampah plastik bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga telah menjadi ancaman nyata bagi kesehatan manusia.





